Total Tayangan Laman

Senin, 21 November 2011

Media Alat Dakwah

A. PENDAHULUAN

Media / alat dakwah adalah alat yang digunakan untuk menyampaikan materi dakwah kepada orang yang diajak ( mad'u)
Untuk menyampaikan ajaran Islam kepada umat, dakwah dapat menggunakan berbagai media. Hamzah Ya'qub membagi wasilah dakwah menjadi lima macam, yaitu lisan, tulisan, lukisan, audio visual, dan akhlak.
1. lisan, inilah wasilah dakwah yang paling sederhana yang menggunakan lidah dan suara, dakwah dengan wailah ini dapat berbentuk pidato, ceramah, kuliah, bimbingan, penyuluhan, dan sebagainya.
2. Tulisan, buku majalah, surat kabar, suart menyurat ( korespondensi ), spanduk, Flash card, dan sebaginya.
3. lukisan, gambar, karikatur, dan sebaginya.
4. Audio visual, yaitu alat dakwah yang merangsang indra pendengaran atau penglihatan dan kedua-duanya, televise, film, slide, ohap, internet, dan sebagainya.
5. Akhlak, yaitu perbuatan-perbuatan nyata yang mencerminkan ajaran islam dapat dinikmati serta didengarkan mad'u.

Pada dasarnya dakwah dapat menggunakan berbagai wasilah yang dapat merangsang indra-indra manusia serta dapat menimbulkan perhatian untuk menerima dakwah. Semakin tepat dan efektif wasilah yang dipakai semakin efektif pula upaya pemahaman ajaran Islam pada masyarakat yang menjdi sasaran dakwah.
Media telah meningkat intensitas, kecepatan, dan jangkauan komunikasi dilakuakn umat manusia begitu luas sebelum adanya media massa seperti pers, radio, televise, internet dan sebagainya. Bahkan dapat dikatakan alat-alat trsebut telah melekat tak terpisahkan dengan kehidupan manusia di abad ini.
Dari segi pesan penyampaian dakwah di bagi tiga golongan yaitu:
a. The Spoken Words ( yang berbentuk ucapan )
Yang termasuk kategori ini ialah alat yang dapat mengeluarkan bunyi. Karena dapat di tangkap oleh telinga, disebut juga dengan the audial media yang bisa dipergunakan sehari-hari sperti telepon, radio, dan sejenisnya termasuk dalam bentuk ini.
b. The Printed Writing ( yang berbentuk tulisan )
Yang termasuk di dalamnya adalah barang-barang tercetak, gambar-gambar tercetak, lukisan-lukisan, buku, surat kabar, majalah, brosut, pamphlet, dan sebagainya.
c. The Audio Visual ( yang berbentuk gambar hidup )
Yang merupakan penggabungan dari golongan di atas, yang termasuk ini adalah film, televise, video, dan sebaginya.
Di samping penggolongan diatas, wasilah dakwah dari segi sifatnya juga dapat dibagi menjadi dua golongan, yaitu :
1. Media tradisional, yaitu berbagai macam seni pertunjuikan yang secara tradisional dipentaskan di depan umum ( khalayak ) terutama sebagai sarana hiburan yang memiiki sifat komunikatif, seperti ludruk, wayang, drama, dan sebagainya.
2. Media modern, yang diistilahkan juga dengan " media elektronik" yaitu media yang dilahirkan teknologi. Yamg termasuk media modern ini antara lain televise, radio, pers, dan sebagainya.

B. PEMBAHASAN
Melihat kenyataan budaya bangsa Indonesia yang memiliki beraneka ragam media tradisional, maka dapat dipahami mengapa para Wali Songo menggunakan media ini sebagai media dakwah dan ternyata pilihan media yang di gunakan Wali Songo tersebut menghasilakan masyarakat Muslim yang merupakan mayoritas penduduk Indonesia.
Media tradisional berupa berbagai macam seni pertunjuan, yang secara tradisional dipentaskan di depan khalayak terutama sebagai sarana hiburan memiliki sifat komunikatif dan ternyata mudah di pakai sebagai wasilah dakwah yang efektif.
Ada lebih dari 500 macam media tradisonal diseluruh Indonesia sebagai pertunjukan rakyat, namun tidak semua media tersebut dapat dipergunakan sebagai wasilah dakwah. Untuk pemilihan media tradisional sebagai wasilah dakwah, harus dipertimbangkan hal-hal sebagai berikut:
a. Aspek efektivitas komunikasinya.
b. Aspek ksesuaiannya dengan masyarakat setempat.
c. Aspek legalitas dari sudut pandang ajaran Islam.
Dalam abad informasi sekarang ini, dakwah tidak bisa tidak semaksimal mungkin menggunakan media massa modern seperti: Radio, TV, Film, Pers, Internet, dan sebagainya. Tak ada yang dapat membantah kemampuan media massa ini dalam suatu penyebaran agama.
Media massa yang mutlak harus dipergunakan dalam pelaksanaan dakwah Islam, yang memiliki efektivitas yang tinggi antara lain:
1. Pers ( Surat kabar )
Wasilah dakwah ini amat besar manfaatnya, sebab ia termasuk dari beberapa media massa pembentuk opini masyarakat ia hampir bisa di sebut sebagai " makanan pokok" masyarakat mendambakan informasi dan selalu dapat mengikuti perkembangan dunia. Dakwah melalui wasilah ini dapat berbentuk berita-berita Islam, penulisan artikel-artikel Islam, dan sebagainya.
Efektivitas wasilah ini dikemukakan oleh :Lazarfeld Dodo dan Breslon, mengatakan bahkan kelebihan-kelebihan dari media massa ini adalah:
a. The Readerd Control the Exposer
Medium ini memberikan kesempatan untuk memilih materi-materi yang sesuai dengan kemampuannya dan kepentingannya. Bahkan pembaca lebih lanjut dapat membacanya setiap kali dia ingin dan kapan ia ingin berhenti membcanya. Juga dapat membuat resume jika ia perlu.
b. Exposer may be and often be repeated
selanjutnyna medium yang diwakili oleh pers ini tidaklah terikat oleh suatu waktu dalam mencapai khalayaknya. Bahkan mereka secara bebas dapat melihat kembali material yang telah dibacanya untuk mengingatkannya, atau meningatkan ingatannya. Atau dengan kata lian pembaca dapat tetap menyegarkan ingatannya, dan dapat menikmati suatu kepuasan yang pernah dinikmati sebelumnya. Maka ia dapat menimbulkan efek berganda yang bertumpu pada akumulative effect. Hal ini dapat dijumpai pada medium-medium yang lain.
c. Tretment may be fuller.
Medium yang berbentuk tulisan ini juga dapat mengembangkan suatu topik yang diinginkan. Maksudnya topic yang ada dapat dikembangkan dengan melalui medium yang lain misalnya radio, film, dan televisi.
d. Specialized appearance is posibble
Medium ini selanjutnya hidup dan berkembang dalam keadaan yang tidak di ikat oleh standar tertentu dalam hal content keseluruhan disbanding dengan medium-medium yang lainnya. Ia memiliki kelebihan lebih luas dan kebebasan gaya yang lebuih besar dalam memenuhi selera pembaca. Demikian juga materi yang bagaimanapun juga keadannya dapat lebih lancar disalurkan pada pemabaca melalui cetakan, dibandingkan melalui film.
e. Possible Greaater Presrige
Akhirnya medium yang dapat di tangkap oleh mata ini, dapat memiliki prestise yang tinggi, justru karena dalam pembentukan prestise yang bersifat khusus, dapat membentuk aplikasi khsus, berdasarkan kepada kebiasaan pembaca yang didalamnya trcakup perhatian dan kesenangan untuk membaca. Dan dasar ini pula maka seorang akan sangat mudah dipengaruhi oleh bacaannya.
2. Radio
Kelebihan-kelebihan media radio sebagai wasilah dakwah adalah:
a. Bersifat langsung
Untuk mencaapaikan dakwah melalui radio, tidak harus melalui proses yang kompleks sebagaimana penyampaian materi dakwah melalui pers, majalah umpamanya. Dengan mempersiapkan secarik kertas, da'i dapat secara langsung menyampaikan dakwah di depan mikrofon.
b. Siaran radio tidak mengenal jarak dan rintangan
Factor lain yang menyebabkan radio dianggap memiliki kekuasaan ialah bahwa radio tidak mengenal jarak dan rintangan selain waktu, ruang pun bagi radio siaaran tidak merupakan masalah, bagaimanapun jauhnya sasaran yang dituju. Daerah –daerah terpencil yang sulit dijangkau dakwah dengan media lain dapat diatasi dengan wasilah radio ini.
c. Radio siaran mempunyai daya tarik yang kuat
Faktor lain yang menyebabkan radio memiliki kekuasaan adalah daya tarik yang kuat yang dimilikinya. Daya tarik ini ialah disebabkan sifatnya yang serba hidup berkat tiga unsur yang ada padanya, yakni: musik, kata-kata, dan efek suara.
d. Biaya yang relative murah
Di banyak Negara didunia ketiga Asia, Afrika, dan Amerika latin, radio umumnya telah menjadi media utama yang dimiliki setiap penduduk, baik yang kaya maupun yang miskin. Bedanya, Cuma kecanggihan dari radiio itu sendiri.
e. Mampu menjangkau tempat-tempat terpencil
Di beberapa Negara, radio bahkan merupakan satu-asatunya alat komunikasi yang efektif untuk menghubungi tempat-tempat terpencil.
f. Tidak terhambat oleh kemampuan baca dan tulis
Di samping keuntungaan-keuntungan diatas radio juga memiliiki keuntungan yang lain. Siaran radio tidak terhambat oleh kemampuan baca dan tulis khalayak. Di beberapa Negara Asia tingkat kemampuan baca dan tulis populasinya lebih dari 60%. Jutaan orang tersebut tidak disentuh oleh media massa lain kecuali bahasa radio dalam bahasa mereka.
3. Film
Kalau pers bersifat visual semata dan radio bersifat audio visual semata, maka film dapat dijadikan media dakwah dengan kelebihan sebagai audio visual. Keunikan film sebagai wasilah dakwah ini antara lain:
- Secara psikologis, penyguhan seacara hidup dan tampak yang dapat berlanjut dengan animation memiliki kecendrungan yang unik dalam keunggulan daya efektifnya terhadap penonton. Banyak hal yang abstrak, dan samar-samar dan sulit ditrangkan dapat disuguhkan kepada khalayak lebih baik dan efesien oleh wasilah ini.
- Bahwa media film yang menyuguhkan pesan yang hidup dapat mengurangi keraguan aapa yang disuguhkan, lebih mudah diingat dan mengurangi kelupaan.
- Khusus bagi khalayak anak-anak, sementara kalangan dewasa cenderung menerima secara bulat tanpa lebih banyak mengajukan pertanyaan terhadap seluruh kenyataan situasi yang disuguhkan oleh film.
Film yang dapat mengambil emosi penonton ini memang amat mengesankan seperti filam tentang "The Massage" yang pernah di tanyangkan seolah-olah menghidupkan kembali kenangan sejarah Islam dengan lebih hidup dan segar, yang wasilah dakwah lainnya tidak mampu melakukannya.
Di sampan itu, dalam perkembangan sekarang pengajaran shalat dan manasik haji, serta ibadah-ibadah praksis lainnya akan dapat lebih mudah diajarkan SD dan video. Sisi kekurangan dakwah melalui ini adalah memerlukan biaya yang tidak sedikit.
4. Televisi
Sebagaimana film, media TV ini juga merupakan media yang bersifat audiovisual, artinya bisa didengar sekaligus bisa dilihat. Televisi kebanyakan masyarakat Indonesia dijadikan arena hiburan dan sumber informasi utama. Di beerapa daerah terutama di Indonesia masyarakat banyak menghabiskan waktunya untuk melihat televisi. Kalau dakwah Islam dapat memanfaatkan media ini dengan efektif, makna secara otomatis jangkauan dakwah akan lebih luas dan kesan kagamaan yang ditimbulkan akan lebih mendalam.
Sesungguhnya televisi ini adalah merupakan penggabungan antara radio dan film, sebab media ini dapat meneruskan pristiwa dalam bentuk gambar hidup dengan suara bahkan dengan warna, ktika peristiwa itu berlangsung, oleh karena itu kekurangan dalam film mengenai aktualitasnya dapat di tutupi.
Pendek kata kunikan-keunikan pada radio dan film, mengumpul seluruhnya dalam televisi dan sebaliknya kekurangan-kekurangan pada radio dan film, pada televisi sudah tidak dijumpai. Kecuali kelebihan-kelebihan yang terdapat dalam surat kabar, atau barang cetak lannya, kita tidajk dapat jumpai dalam televise ini.
Saat ini tidak ada satu detik pun yang lewat tanpa tayangan televisi, baik nasiomal dan internasional dengan bebagai alat-alat komunikasi yang canggih, dan tidak ada satu wilayah pun yang bisa dikaver dengan ini. Sampai-sampai alat ini telah mengubah duniaq yuang luas ini menjadi dusun besar ( global village ). Namun umat Islam terutama di Negara kita belum maksimal untuk memanfaatkan wasilah ini karena terbentur oleh high cost yang harus di invertasikan.
5. Internet
internet berasal dari kepanjangan International Connection Networking. International berarti global atau seluruh dunia, Connection berarti hubungan komunikasi, Networking berarti jaringan. Dengan demikian, Internet adalah "suatu system jaringan komunikasi yang terselubung di seluruh dunia".
Sebuah fenomena di mana saat ini kita memasuki suatu abad komunikasi canggih dimana manusia modern di tuntut untuk lebih kreatif dalam memanfaatkan ilmu dan teknologi bagi kehidupannya. Perkembangan teknologi komunikasi yang semakin canggih mmbawa kemajuan dalam berbagai bidang. Saat ini tidak ada lagi pelosok dunia yang tidak lagi terjanngkau dan luput dari kecanggihan komunikasi. Seluruh dunia menjadi tembus pandang membuka diri dan siap untuk berubah. Proses penyampaian hasil teknologi komunikasi canggih merupakan kejadian atau perubahan besar yang tidak mmberikan kemungkinan kepada semua Negara untuk menolaknya. Dengan kecanggihan teknologi komunikasi seolah-olah tidak saling terpisah lagi, bagi dunia yang satu terkait dengan dunia lainnya. Disamping itu, perkembangan dalam bidang komnikasi telah memperpendek jarak antar wilayah. Dan salah satu kecanggihan komunikasi tesebut yang saat ini lagi tren adalah apa yang dinamakan internet.
Dan saat ini perkembangan internet mulai merambah dan menempatkan posisi yang kuat di deretan media massa yang lebiih dulu ada. Ketika internet mulai dikenal masyarakat sepuluh tahun yang lalu, sudah dapat diramalkan bahwa media ini akan menjadi sangat populer dikemudian hari. Hal itu pun terlihat ketika perangkat-perangkat komputer baik hardware maupun software terus berkembang, terus disempurnakan tiap menit di computer, sejauh ini pulasambutan masyarakat sanagt antusiasdalam pasaran.
Menanggapi hal tersebut Ziauddin Sardar menyatakan bahwa, " informasi kini dengan cepat menjadi komoditi primer dan sumber kekuatan". Sementara itu Parid Gaban berkkomentar bahwa kehadiran internet sebagai hasil teknologi memang telah membawa revolusi informasi, melalui jaringan ini arus komunikasi mengalir begitu pesatnya merobek-robek batas sebuah wilayah negara. Seluruh pengakses internet yang terdiri dari berbagai bangsa yang multikuktural berkomunikasi dan bertukar informasi sehingga tidak adanya sebuah batas negara (borderless). Jarinigan dunia ini melibatkan hampir separuh penduduk dunia, dimana kian berkembangnya pemakaian internet yang ditandai dengan meledaknya pengguna (user) internet.
Seharusnya dengan media ini dakwah dapat memainkan peranannya dalam menyebarkan informasi tentang Islam keseluruh penjuru, dengan keluasan akses yang dimilikinya yaitu tanpa adanya batasan wilayah, kultural, dan lainnya. Menyingkapi fenomena ini Nurcholish Madjid mengatakan " pemanfaatan internet memegang peranan amat penting, maka umat Islam tidak perlu menghindari internet, sebab bila internet tidak dimanfaatkan dengan baik, maka umat Islam sendiri yang akan rugi. Karena selain bermanfaat untuk dakwah, internet juga menyediakan informasi dan data yang kesemuanya memudahkan umat untuk berkerja.
Begitu besarnya potensi dan efisiennya yang dimiliki oleh jaringan intrnet dalam membentuk jaringan dan pemanfaatan dakwah, maka dakwah dapat dilakukan dengan membuat jaringan-jaringan informasi tentang Islam atau yang sering disebut dengan cybermuslim, atau cyberdakwah. Masing-masing cyber tersebut menyajikan dan menawarkan informasi Islam dengan berbagai fasilitas dan metode yang beragam variasinya.
Dari uraian tentang wasilah diatas tampak dengan jelas begitu besar pengaruh emosi dan perilaku keagamaan yang ditimbulkan oleh media massa tersebut diatas, akan tetapi kesadaran untuk memiliki dan menggunakannya apalagi medi-media tersebut (sebagai produser) dikalangan umat Islam masih rendah. Umat islam masih puas dengan dakwah yang berbentuk ceramah agama dihadapan langsung kelompok agama yang tentunya amat sempit jangkauannya. Jika lau umat Islam tidak memanfaatkan media-media tersebut dizaman modern dunia dan globalisasi yang ditandai dengan kecanggihan komunikasi, maka dakwah Islam akan semakin terasing dari umat manusia dan teruluing oleh persaingan ideologi dengan agama-agama besar lainnya.

C. KESIMPULAN

Media / alat dakwah adalah alat yang digunakan untuk menyampaikan materi dakwah kepada orang yang diajak.
Media massa yang mutlak harus dipergunakan dalam pelaksanaan dakwah Islam, yang memiliki efektivitas yang tinggi adalah :
1.Pers ( Surat kabar ),
2. radio,
3. film,
4. televisi, dan
5. internet.
Demikianlah media-media yang bisa digunakan untuk berdakwah, sebagai umat islam haruslah memahami alat-alat tersebut, sehingga dakwah Islam akan semakin terasing dari umat manusia dan teruluing oleh persaingan ideologi dengan agama-agama besar lainnya.





.MEDIA / ALAT DAKWAH
Tugas Makalah ini untuk memenuhi
Mata kuliah ILMU DAKWAH
Hasan Basri Mag Dosen pengampu:












Disusun oleh:
Nama : Bukhori
Nim : 903300509


Prodi Tafsir Hadits Jurusan Ushulludin
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM [STAIN]
KEDIRI 2010

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar